Review: Samsung Galaxy Core 2 (SM-G355H), Versi Perbaikan dengan OS Kitkat


Demi tetap mempertahankan penguasaan di semua segmen, Samsung kembali menghadirkan produk baru yaitu Samsung Galaxy Core 2 untuk kelas menengah kebawah. Produk ini merupakan kelanjutan dari versi sebelumnya (Galaxy Core), Galaxy Core 2 hadir dengan peningkatan OS yaitu Kitkat. Meski digadang sebagai ponsel murah, namun bila dibandingkan dengan supplier lokal yang membanderol jauh lebih murah tampaknya Galaxy Core 2 harus memiliki bersaing ketat dipasar. Nah, mau lebih dalam jeroan ponsel satu ini, berikut ulasannya.

Desain
Samsung Galaxy Core 2 ini tentunya masih berbahan dasar plastik. Namun keliling sisinya diisi oleh material seperti logam berkontur list. Mengambil bentuk kotak persegi empat dengan lengkungan di tiap sudutnya, pada bagian atas, hanya terdapat port audio 3,5 mm. Tombol strength berada di sisi kanan sedangkan tombol audio plus minus diletakkan di sisi kiri. Sementara untuk transfer statistics dan pengisian daya, Samsung menyematkan port micro USB dibagian bawah dengan port mic disampinnya.

Pada bagian depan, kamera depan berada dikanan atas dengan tulisan 'DUOS' dibawahnya. Sedangkan bagian bawah depan terdapat tombol menu fisik yang diapit oleh tombol sentuh 'back' dan tombol aplikasi aktif.

Untuk bagian belakang, penutup baterai berkontur kasar agar tidak licin saat diletakkan atau disentuh. Kamera belakang berada di tengah atas dan diapit oleh LED flash dikirinya serta lubang udara speaker dikanannya.

Display
TFT Capacitive Touch Screen, 16 M Colors, 480 x 800 pixels, 4.5 inches, ~207 ppi pixel density;

Ponsel ini menawarkan ukuran layar yang tidak bisa dibilang sempit, namun tidak pula luas. Menggunakan layar IPS dengan teknologi Knock Code, ponsel ini membawa kerapatan hingga 234 piksel perinci. Dilengkapi dengan fitur Knock Code, pengguna dapat menyalakan layar mati cukup dengan mengetukkan jari. Demi alasan keamanan, pengguna juga dapat menyimpan empat hingga delapan kombinasi ketukan tertentu.

Performanya dibawah terik sinar matahari cukup mumpuni buat Anda yang ingin membaca teks. Sementara dengan sudut pandang lebar, Anda disuguhi dengan kontras yang baik serta warna yang hidup.

Sistem Operasi dan UI
Berbekal sistem operasi Android KitKat 4.4.2, ponsel ini siap menyajikan performa yang mumpuni guna mendukung aktivitas penggunanya yang memiliki banyak tuntutan. Masuk ke halaman depan, Anda akan disambut dengan four panel homescreeen.

Perpindahan antar halaman homescreen masih atau teras cukup mulus. Masuk ke menu, Anda hanya akan menemukan kategori aplikasi tanpa widget atau wallpaper. Widget dan wallpaper dapat Anda temukan saat menekan dan menahan layar depan. Pada menu dalam terdapat menu tambahan di pojok kanan atas yang berisikan fitur ubah (menambah halaman), aplikasi unduhan dan sembunyikan aplikasi.

Hardware dan Benchmark
Prosesor Quad-core 1.2 GHz ARM Cortex-A7 (Allwinner A10), GPU Mali 4000; 768MB RAM; Internal Storage 4GB; Baterai Li-Ion 2.000mAh; GPS, A-GPS assist,

Smartphone satu ini menggunakan chipset Cortex-A7 (Allwinner A10) dengan prosesor four inti atau empat center berkecepatan 1,2 Ghz. Dengan RAM 768 MB, telephone ini masih mampu menjalankan banyak aplikasi dan konektifitas yang aktif. Sebagai penopang GPU, ponsel ini menggunakan Mali 400.

Dukungan storage 4GB (2 GB yang tersisa) rasanya pas-pasan bila ingin menambah banyak aplikasi. Namun Anda dapat menambahkan microSD card tambahan. Untuk asupan daya, ponsel ini hanya menggunakan baterai 2.000 mAh.

Untuk pengujian hardware Samsung Galaxy Core 2 digunakan 2 aplikasi benchmark yaitu Antutu dan Quadrant. Hasilnya, skor Antutu Samsung Galaxy Core 2 mendapat nilai 15.313 dan termasuk kategori 'Good Job'. Namun pengujian dengan Quadrant hanya didapat skor atau nilai 3.800.

Internet dan Konektifitas
GSM 900/1800/1900; HSDPA 900 / 2100; 3G, HSDPA, HSUPA, EDGE, GPRS; Dual SIM (Dual Standby) GSM-GSM; Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, Wi-Fi Hotspot; Bluetooth 4.0 With A2DP; MicroUSB v2.0.

Bersaing di kelas menengah, Samsung Galaxy Core 2 dibekali pilihan konektifitas cukup. Untuk terhubung ke net pengguna bisa memanfaatkan jalur information operator atau WiFi ketika berada di wilayah cakupan hotspot. Ponsel ini menerapkan twin SIM dengan kemampuan koneksi yang sama.

Sedangkan untuk menjelajah dunia net, Samsung Galaxy Core 2 menyediakan browser bawaan Android serta Chrome. Saat berselancar terasa lembut dan lancar. Pengujian membuka halaman net dan Youtube tidak ditemui kendala. Anda juga dapat melihat peta dengan GPS.

Kamera dan Video
Kamera Primer: 5 MP (2560 x 1920 pixels), Geo-tagging, face and smile detection, landscape, HDR, Autofocus, LED Flash, Video Record; Kamera Sekunder: 0.3 MP.

Dengan kemampuan kamera 5 megapiksel, hasil foto terasa masih kurang buat Anda yang hobi fotografi. Pengujian pemotretan dilakukan didalam ruangan (indoor) pada siang hari dengan penerangan lampu ruangan. Hasil pemotretan terlihat kurang bila dalam jarak objek cukup dekat (makro). Flash LED yang tersedia belum menghasilkan fokus yang semestinya.

Namun Anda masih bisa melakukan pengujian hasil dengan pengaturan yang disediakan. Tersedia mode otomatis, foto terbaik, panorama, olahraga dan malam. Buat Anda yang suka sosialita atau selfie, kamera depan yang hanya zero,3 megapiksel membuat Anda tidak dapat berharap banyak.

Hasil pengujian luar ruangan (outdoor) Samsung Galaxy Core 2 dapat menghasilkan gambar yang lumayan jelas meskipun kurang dalam hal ketajaman warna. Gambar yang Anda ambil dapat dideteksi posisinya bila info lokasi GPS diaktifkan.

Multimedia
Untuk hiburan, telephone ini lumayan lengkap dengan audio participant, video player dan radio FM. Radio FM menyediakan fitur RDS dan rekam suara. Sayangnya untuk video player bawaan kompatibilitas layout file terasa kurang. Untuk menyiasatinya Anda dapat menginstal ratusan aplikasi pemutar video lain yang tersedia di Play Store.

Untuk optimalisasi suara saat memainkan audio player, ponsel ini menyediakan pengaturan ekualiser yang mampu menghadirkan suara dengan efek 3-D.

Fitur Tambahan
Untuk memudahkan komunikasi, tersedia fitur ChatOn. Hasil pemotretan dapat diedit langsung di ponsel dengan beragam fitur seperti putar, crop, efek, potret, stiker, gambar dan bingkai. Sebenarnya masih tersedia aplikasi menampil wallpaper stay. Namun saat dioperasikan aplikasi terhenti tanpa sebab.

Kelebihan
• Quad center
• OS KitKat

Kekurangan
• Material plastik
• Harga masih relatif mahal
• Bukan IPS

Click to comment